Kita lanjutkan
postingan sebelumnya mengenai struktur kontrol percabangan pada Bahasa
Pemrograman C++, di awal kita sudah membahas tentang struktur control IF dan
contohnya. Sekarang kita akan membahas tentang struktur control percabangan
menggunakan SWITCH-CASE.
Bentuk umum dari
SWITCH-CASE bisa dilihat di bawah ini.
Tipe data dari ekspresi haruslah bilangan bulat
atau karakter. Selain tipe tersebut, C++ tidak mengijinkannya. Statemen
default digunakan untuk mengeksekusi statemen alternatif, yaitu ketika nilai
yang diinputkan tidak ada yang sesuai dengan nilai_konstan yang telah
didefinisikan. Sedangkan statemen break berfungsi sebagai statemen peloncatan.
Berikut contoh program yang menggunakan struktur control percabangan SWITCH-CASE
Outputnya sebagai
berikut:
Output
diatas terjadi ketika kita menginputkan 6, namun jika kita menginputkan
bilangan selain 6 apa yang akan terjadi? Ya, betul sekali, yang akan keluar
adalah statemen alternative default. Seperti di bawah ini.
Bagaimana?
Lebih mudah mana menggunakan struktur control percabangan SWITC-CASE atau IF?
Jika agak-agak lupa dengan percabangan IF bisa di baca disini Struktur Kontrol Percabangan Menggunakan IF untuk Bahasa Pemrograman C++.
Oiya, hampir lupa. Selain contoh diatas ada
contoh lain menggunakan SWICT-CASE. Check it out.
Outputnya
bisa dilihat di bawah ini:
Itu
tadi penjelasan dan contoh dari percabangan menggunakan SWITCH-CASE, semoga
bisa membantu. Jika ada yang kurang jelas atau ingin ditanyakan bisa comment di
bawah post. Terima kasih.
No comments:
Post a Comment